Kamis, 13 Juni 2013

Bore Pile Sistem Kering


A.   PEKERJAAN BORE PILE.
Sistematis pelaksanaan pekerjaan bored pile dapat di uraikan sebagai berikut :
1.    Persiapan
·         Merakit dan menyiapkan alat berat dan peralatan lainnya,
·         Pengadaan plat baja untuk pijakan dasar alat berat,
·         Memastikan jalan kerja yang memadai,
·         Pengadaan material,
·         Perakitan baja tulangan,
·         Penerangan yang cukup ketika pekerjaan dilaksanakan malam hari.





2.    Pengeboran
Pengeboran dilaksanakan dengan menggunakan sistem kering. Pengeboran merupakan proses awal dimulainya pekerjaan pondasi tiang bor, kedalaman dan diameter tiang bor menjadi parameter utama dipilihnya alat – alat atau equipment bor.















         Setelah mencapai kedalaman yang mencukupi untuk menghindari tanah di tepi lubang beruntuhan maka perlu di pasang casing, yaitu pipa yang mempunyai ukuran diameter dalam kurang lebih sama dengan diameter lubang bor.

      Setelah casing terpasang, maka pengeboran dapat dilanjutkan. Mata auger sebelumnya diganti dengan Cleaning Bucket untuk membuang tanah atau lumpur didasar lubang.



      Setelah beberapa waktu kemudian dan diperkirakan pengeboran sudah mencapai kedalaman rencana maka perlu dipastikan terlebih dahulu apakah kedalaman lubang bor sudah mencukupi yaitu melalui pemerkisaan manual.



          Apabila kedalaman dan lubang sudah siap, maka selanjutnya adalah memasukkan tulangan baja kedalam lubang bor.


3.    Pembesian
       Pararel dengan pekerjaan persiapan, maka pembesian tiang bor  telah dapat dilakukan. Ini penting karena jangan sampai sudah di bor, tapi ternyata pembesiannya belum siap. Jika tertunda lama, tanah pada lubang bor bisa rusak sehingga dilakukan pengeboran kembali. Pemilihan tempat untuk merakit tulangan juga penting, tidak boleh terlalu jauh, masih terjangkau dengan alat berat tetapi tidak boleh menggangu manuver alat berat itu sendiri.


  


        Hal - hal yang diperhatikan dalam pemasangan pembesian adalah :
·         Pembesian ini dipasang spacer yang berjarak setiap 4 meter guna menjaga posisi besi agar tetap berada diposisi tengah lubang,
·        
Dipasang pengait yang dilas dengan besi tulangan untuk menggantung tulangan bor pile pada cassing agar posisi tulangan terhadap tanah dasar pengeboran ada jarak + 10 cm sehingga besi tidak langsung menempel pada tanah .

       
      Jika alat-alat berat sudah siap, juga tulangan- tulangannya, serta pihak ready mix concrete-nya sudah siap, maka dimulailah proses pengecoran.




4.    Pengecoran
Setelah proses pemasangan tulangan baja maka proses selanjutnya adalah pengecoran beton. Ini merupakan bagian yang perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi fungsi suatu pondasi. Pengecoran disebut gagal jika lubang pondasi tidak terisi benar dengan beton, sehingga perlu dilakukan pengecekan bersama antara pihak pihak yang terlibat sebelum mapun pada saat  pengecoran.
Adanya air pada lubang bor menyebabkan pengecoran memerlukan alat bantu khusus yaitu pipa tremie. Pipa tersebut mempunyai panjang yang sama atau lebih besar dengan kedalaman lubang yang dibor. Pipa tremie tersebut dimasukkan kedalam lubang bor, jarak pipa tremie paling bawah berjarak minimal + 30 cm dari tanah dasar pengeboran.




Setelah pipa tremie siap selanjutnya beton dituangkan kedalam lubang melalui pipa tremie tersebut, jika beton yang di cor  sudah semakin keatas ( volumenya semakin keatas ) maka pipa tremie harus mulai ditarik keatas.



      Adanya pipa tremie tersebut menyebabkan beton dapat disalurkan ke dasar lubang langsung dan tanpa mengalami pencampuran dengan air dan lumpur. Karena BJ beton lebih besar dari BJ Lumpur maka beton semakin lama semakin kuat untuk mendesak lumpur naik keatas.
      Proses pengecoran tersebut memerlukan supply beton yang kontinue, jika pengecoran dapat berlangsung dengan baik, maka pada akhirnya beton dapat muncul dari kedalam lubang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar